Screenshot_2025-07-12-22-03-14-50_f9ee0578fe1cc94de7482bd41accb329

SC: YouTube Al Karomah TV

Albanjari.com, Martapura – Munculnya berita viral terkait dugaan penipuan investasi pengadaan kitab oleh seseorang berinisial MS, kembali memantik perhatian publik.

Berita tersebut menjadi sorotan karena bukan hanya dugaan kasusnya, tetapi pelaku diduga mengaku menyeret nama-nama lembaga keagamaan dan pondok pesantren.

Menanggapi hal itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Tuan Guru H. Hasanuddin, memberikan pernyataan tegas agar masyarakat tidak terjebak pada generalisasi.

Menurutnya, kesalahan satu orang tidak sepatutnya menjadi alasan untuk mencemari nama lembaga atau instansi pendidikan.

“Lembaga apa pun jangan dibawa-bawa. Kalau salah tanggung resiko dan kesalahan pribadi,” tegas Guru Hasanuddin saat mengisi pengajian di Masjid Al-Karomah Martapura, Jumat malam (11/7).

Guru Hasanuddin, yang juga menjabat sebagai Wakil Rais Syuriah PCNU Kabupaten Banjar, menyesalkan upaya pelaku yang mencoba menempel di nama-nama besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Jangan menempel di lembaga. Ini NU dibawa-bawa jua,” selorohnya.

“Apalagi, majlis ulama, MUI, dibawa-bawa lagi nama. Sorang tetangkap napa lagi dibawa-bawa,” tambah Wakil Rais Syuriah PCNU Banjar.

Tak berhenti sampai di situ, Guru Hasanuddin juga mengingatkan secara khusus kepada para alumni dan santri yang pernah belajar di Pondok Pesantren Darussalam agar tidak mencemarkan nama baik pesantren dengan tindakan individu yang mempermalukan nama baik.

“Ingat para santri atau alumni nang sudah keluar dari Pondok Pesantren Darussalam, sudah tamat Darussalam atas pimpinan ulun (Guru Hasanuddin), jangan sampai mambari supan nama Pesantren Darussalamnya, karena itu oknum,” imbuhnya.

Baca juga: Hasil Bahtsul Masail PCNU Kabupaten Banjar: Investasi Bodong Dinyatakan Haram

Dalam pengajian yang juga disiarkan secara langsung (live streaming YouTube Al Karomah TV), Guru Hasanuddin berharap pesan ini sampai kepada seluruh masyarakat, termasuk yang berada jauh di luar Martapura.

Guru Hasanuddin juga berharap, semua lapisan masyarakat mengerti dan paham, karena lembaga yang bersangkutan juga tidak tau apa-apa.

“Supaya orang mengerti dan paham, jangan sampai membawa cemar nama baik lembaga yang lembaga tadi kada tahu menahu,” harapnya.


Penulis: Anwar Syarif