
Paduan suara dan penari radap rahayu bersama ketua umum pp ippnu, foto istimewa
Albanjari.com, Banjarbaru – Latihan Kader Utama (Lakut) PW IPPNU Kalsel telah usai, sekitar 32 rekanita peserta Lakut sudah mendapatkan tugas baru yang mereka emban di atas pundak mereka, ditandai dengan bai’at yang mereka terima.
Para rekanita yang baru di bai’at itu pulang ke kabupaten masing-masing dengan membawa misi sebagai kader pemimpin. Lakut sudah selesai, namun tugas mereka baru saja dimulai.
Di balik riuhnya acara pembukaan Lakut kemaren (17/7), ada satu hal yang tak boleh lengah dari pandangan, yaitu digelarnya penampilan budaya khas Kalimantan Selatan berupa tarian “Radap Rahayu” oleh departemen seni budaya & olahraga PC IPPNU Kabupaten Banjar.

Radap Rahayu adalah sebuah tarian khas Banjar, tarian ini dibawakan saat menyambut tamu kesultanan sebagai bentuk penghormatan. Digelarnya tarian tersebut saat pembukaan Lakut bukan hanya bertujuan untuk merawat dan melestarikan budaya tari Banjar, tapi juga sebagai media belajar berbasis seni tari.
Selain itu, departemen seni budaya & olahraga IPPNU Banjar juga mempersembahkan paduan suara pada kegiatan tersebut, berjumlah 23 orang dengan seragam jaz IPPNU membawakan lagu kebangsaan Indonesia Raya diiringi dengan mars IPPNU.

Ketua PC IPPNU Banjar, rekanita Latipah, dalam wawancaranya mengatakan: sebagai pewaris kekayaan budaya, kita harus bisa mempertahankan dan melestarikannya serta menjadikannya sebagai identitas kita.
“Sebagai penerus warisan kekayaan budaya, kita harus mampu mempertahankan identitas budaya tersebut, agar tidak tenggelam dalam euforia budaya luar yang terkadang bisa melupakan kita terhadap budaya kita sendiri,” katanya.
Ia menambahkan, “di tengah derasnya arus globalisasi dan tren budaya asing yang semakin mendominasi, IPPNU melalui departemen seni budaya & olahraga harus mampu menjadi jembatan antara warisan budaya lokal yang luhur dengan kebutuhan dan selera masa kini,” tambahnya.
Latipah juga berharap: “tentu saya memiliki harapan yang begitu besar kepada departemen seni budaya & olahraga agar senantiasa menjadi garda terdepan dalam merawat dan melestarikan kekayaan budaya lokal kita di banua,” pungkasnya.
Setelah penampilan tarian radap rahayu, acara dilanjutkan dengan seremoni pembukaan dengan menabuh rebana.
Informasi yang kami terima dari IPPNU Banjar bahwa departemen seni budaya & olahraga akan selalu mengembangkan budaya lokal dimulai dengan melestarikan tarian tersebut.
Editor: Muhammad Fahrie






