IMG-20251117-WA0022

Tuan Guru Husein Qodri (Foto istimewa)

Albanjari.com, MartapuraTuan Guru Husein Qodri merupakan ulama Banjar yang dikenal sebagai pengarang Kitab Senjata Mukmin, sebuah karya tentang amaliyah yang sangat populer di kalangan masyarakat Banjar.

Beliau merupakan putra dari Tuan Guru Ahmad Zaini bin Tuan Guru Abdurrahman (Tunggul Irang, Martapura), yang berasal dari keluarga besar yang sarat dengan tradisi ilmu serta akhlak mulia. Kakeknya, Tuan Guru Abdurrahman bin Zainuddin, memiliki jejaring keilmuan yang luas dengan berbagai tokoh besar pada masanya, sehingga atmosfer keilmuan dalam keluarga tersebut sangat kuat.

Sejak kecil, Tuan Guru Husein Qodri berada di tengah keluarga yang penuh keilmuan dan keluhuran budi, yang membuatnya tumbuh menjadi sosok dengan daya produktivitas menulis yang tinggi. Hal ini terlihat dari beberapa karya pentingnya, antara lain Kitab Senjata Mukmin, yang berisi amaliyah harian seorang mukmin, serta Kitab Haji dan Umrah, sebuah pedoman ibadah yang telah lama menjadi rujukan masyarakat Banjar dalam memahami tata cara haji dan umrah. Kedua karya ini beredar luas dan digunakan secara turun-temurun di masyarakat Banjar.

Produktivitas beliau juga tampak dari karya tafsir yang monumental, yang disusunnya sebagai bahan untuk mengajar ilmu tafsir di majelis beliau. Karya tafsir ini juga menjadi pembeda dari karya-karya ulama Banjar yang lebih dominan dalam kajian fikih dan tasawuf, menunjukkan keluasan dan kedalaman ilmu yang beliau miliki. Selain itu, terdapat pula kumpulan khutbah dan ceramah yang ditulis tangan dengan sangat rapi dan indah, lengkap dengan tema dan tanggal.

Salah satu kebiasaan intelektual Tuan Guru Husein Qodri adalah membuat catatan-catatan kecil terkait tema tertentu, dilengkapi dengan referensi yang jelas serta tanggal dan momentum tempat, yang digunakan sebagai persiapan dalam menyampaikan ceramah kepada masyarakat Banjar. Hal ini menunjukkan kehati-hatian beliau dalam menyampaikan ilmu agama serta komitmen dalam menjaga keaslian dan ketelitian pengetahuan yang diajarkan.

Lebih jauh, kedalaman penghargaan beliau terhadap karya ilmiah terlihat dari tindakannya menyalin secara langsung buku Tasawuf Modern karya Buya Hamka,bsebuah karya yang membahas tentang kebahagiaan. Tindakan menyalin tersebut menunjukkan rasa hormat dan kecintaan beliau terhadap karya-karya yang dianggapnya bermanfaat dan layak diwariskan.

Kajian filologis terhadap karya-karya Tuan Guru Husein Qodri menunjukkan tingkat produktivitas yang sangat tinggi, baik secara pribadi maupun sebagai bagian dari keluarga besar Tuan Guru Abdurrahman. Hal ini sekaligus menggambarkan keluasan ilmu, ketekunan, serta kontribusi besar beliau dalam khazanah keilmuan Islam di Kalimantan Selatan.


Penulis: Hasan Rusydi, Lc, M.A