IMG-20260415-WA0003

PC Muslimat NU Banjar, Kalsel selenggarakan agenda rutin sekaligus halal bi halal dalam rangka harlah ke-80 Senin, (13/4/2026)

Albanjari.com, Banjar – Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Banjar selenggarakan agenda pertemuan rutin yang dirangkai dengan Halal bi Halal dan peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU Senin, (13/4/2026) bertepatan dengan 24 Syawal 1447 H.

Agenda tersebut mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Mempererat Silaturahmi” serta “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban,”

Ketua I PC Muslimat NU Kabupaten Banjar, Maskadinah menjelaskan makna dari tema merawat tradisi, dengan harapan tradisi-tradisi NU Ahlu Sunnah Wal Jama’ah tetap dirawat dalam kehidupan sehari-hari. Menguatkan Kemandirian, dengan harapan kedepannya Muslimat NU kab. Banjar bisa memiliki kekuatan kemandirian organisasi.

“Dengan bisa meningkatkan layanan pendidikan kita di TK/RA Muslimat NU yg sudah ada ini, Semoga kedepannya ada pihak-pihak terkait yang bisa membina dan membantu untuk mengembangkan” katanya kepada Albanjari Rabu, (15/4/2026).

Kemudian ia melanjutkan arti makna meneduhkan peradaban yaitu hal yg paling mendasar dari suatu peradaban yang ditekankan pentingnya Akhlakul Karimah dan ilmu pengetahuan untuk menciptakan lingkungan yang harmonis yang dimulai dari ruang lingkup keluarga masing-masing kader Muslimat NU kab. Banjar.

Langkah PC Muslimat NU Banjar dalam Mendorong Kemandirian Ekonomi dan Sosial bagi para anggotanya

Selama ini, Maskadinah mengungkapkan bahwa ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh PC Muslimat NU Banjar dalam mendorong kemandirian ekonomi dan sosial diantaranya telah mengadakan pelatihan-pelatihan kerajinan tangan seperti membuat kain sesirangan, menjahit dan lain sebagainya.

“Namun, sejauh ini kami baru bisa sampai tahapan untuk memberikan pelatihan-pelatihan saja, belum bisa memberikan pembinaan lebih lanjut karena keterbatasan yang ada baik dari segi SDM maupun Dana,” terangnya

Tanggapan PC Muslimat NU Banjar terhadap stunting, pendidikan anak, atau ketahanan keluarga

Sebagai organisasi perempuan terbesar, ia mengatakan bahwa PC Muslimat NU Banjar membantu menangani isu-isu kemasyarakatan di Kabupaten Banjar saat ini misalnya stunting, pendidikan anak, atau ketahanan keluarga.

“Dalam membantu menangani stunting di masyarakat kami tidak terjun secara langsung dalam penanganannya, namun sesekali kami menyelipkan edukasi tentang tata cara menangani stunting saat perkumpulan rutin bulanan sejauh dan sebisa yang kami mampu,” jelasnya.

Kemudian terkait pendidikan anak, ia menjelaskan Muslimat NU Banjar selalu menekankan pendidikan mendasar di tingkat ruang lingkup keluarga untuk menerapkan Akhlakul Karimah dengan harapan generasi selanjutnya menjadi generasi yg memiliki Akhlakul karimah dan bermoral, sesuai dengan moral2 yg berlaku dimasyarakat.

Terkait ketahanan keluarga, ia membeberkan bahwa kader Muslimat NU sebagai ibu mengetahui peran-peran pentingnya dalam membangun ketahanan keluarga untuk memperkuat ketahanan nasional.

Sinergitas PC Muslimat NU Banjar dengan Pemerintah Kabupaten Banjar

Maskadinah mengatakan selama ini PC Muslimat NU Banjar memang kerap di undang dalam acara-acara pertemuan Pemerintah Kab. Banjar, namun sejauh ini tidak terlihat bentuk sinergitas yang terjalin nyata antara PC Muslimat NU dengan pemerintah Kabupaten Banjar.

“Harapan kami kedepannya Pemerintah Kab. Banjar, khususnya Ibu Bupati Kab. Banjar selaku pembina organisasi-organisasi wanita di Kab. Banjar bisa memberi perhatian khusus kepada kami mengingat Muslimat NU merupakan organisasi perempuan yang besar di Indonesia, khususnya Kab. Banjar,” harapnya.

Strategi merangkul generasi muda (Fatayat atau kader milenial) agar estafet perjuangan Muslimat NU tetap berlanjut dan relevan dengan zaman

Menurut Maskadinah kaderisasi untuk melanjutkan estafet kepemimpinan tentu perlu dilakukan dengan melibatkan beberapa anggota Fatayat yang aktif dalam kegiatan Muslimat NU.

“Kedepannya kami akan meminta pembinaan dari PW Muslimat NU untuk memberikan pelatihan manajerial dan kepemimpinan guna menjaring kader-kader yang berkualitas dalam melanjutkan estafet kepemimpinan Muslimat NU,” katanya

Ia berpesan kepada seluruh kader Muslimat di Kabupaten Banjar, teruslah istiqomah merawat tradisi Ahlussunnah Wal Jamaah, menguatkan kemandirian ekonomi, serta meneduhkan peradaban dengan Akhlakul karimah.

“Harapannya dengan semangat Halal Bi Halal ini kita semua bisa sama-sama membersihkan hati dan pikiran sehingga kita semua bisa bersama-sama dengan tulus ikhlas memelihara dan mengembangkan organisasi serta memperkuat soliditas organisasi Muslimat NU di Kab. Banjar,” harapnya

Dengan harapan tersebut, ia mengingatkan betapa pentingnya peran sebagai ibu yang menentukan kualitas anak-anak kelak agar menjadi generasi penerus yang menentukan nasib Agama, Bangsa dan Negara.


Pewarta : Ahmad Mursyidi