
Serah terima bendera pataka IPNU sebagai wujud dari serah terima jabatan oleh rekan arsyad kepada rekan rahmadi (foto: istimewa)
Albanjari.com, Martapura – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar sukses menggelar Konferensi Cabang (Konfercab). Bertempat di Aula Guru Tuha, Kantor PCNU Kabupaten Banjar pada hari Minggu (26/4/2026).
Konfercab kali ini adalah yang ke-10 sejak periode awal setelah vakum. Kalo kita telisik lebih jauh, IPNU di Kabupaten Banjar sudah ada sejak tahun 1970 an, dan itu dapat dibuktikan dengan adanya tokoh-tokoh mantan ketua IPNU Banjar periode tersebut.
Baru pada tahun 2008, IPNU kembali aktif hingga sekarang. Namun, karena arsip sejarah yang terbilang kurang rapi, kami belum menemukan bukti secara tertulis mengenai eksistensi IPNU periode 1970 dan 1980 an. Dan perihal sejarah IPNU Banjar ini perlu penelitian lebih lanjut.
Sementara itu, ketua pelaksana rekan Maulana menyampaikan bahwa IPNU merupakan ujung tombak dari NU
“Mentor saya pernah berkata, kalo mau NU kedepan bagus, maka harus dibina sejak IPNU, karena IPNU adalah banom termuda di NU,” ujarnya saat menyampaikan laporan panitia pelaksana pada pembukaan konfercab.
Adapun rekan Arsyad, Ketua PC IPNU Banjar, ia mengajak seluruh IPNU Kabupaten Banjar agar tetap berada di jalan poros proses IPNU. Ia juga mengajak semua rekan IPNU untuk mengambil peran dalam organisasi.
“Saya mengajak kepada seluruh rekan-rekan untuk selalu menjalani proses ini sampai tuntas. Karena IPNU adalah sebuah inkubator dan laboratorium seorang pemimpin,” katanya saat menyampaikan sambutan.
Ia juga menekankan bahwa rekan IPNU harus mengambil peran di berbagai kegiatan dan keaempatan.
Baca juga: Ukir Sejarah Baru Kaderisasi IPNU: PC IPNU Banjar Gelar Lakut Pertama di Kalimantan
“Kader IPNU harus selalu mengambil peran, tidak hanya diam dan ngikut alur. Tidak akan ada harapan apa-apa tanpa ada peran yang diambil,” tegasnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Wilayah PW IPNU Kalsel, rekan Anwar juga mengatakan bahwa IPNU merupakan tonggak awal kaderisasi di tubuh NU. Ia juga menjelaskan tantangan organisasi IPNU yang dihadapi kedepan.
“Benar yang dikatakan ketuplak tadi bahwa IPNU merupakan tonggak awal kaderisasi NU, IPNU saat ini adalah cerminan NU di masa akan datang. Namun jangan sampai di situ saja, karena ada banyak tantangan yang kita hadapi saat ini, diantaranya perubahan teknologi yang begitu cepaf, dan krisis identitas yang dihadapi oleh pelajar,” ungkapnya.
Ia melanjutkan bahwa IPNU harus cepat beradaptasi dengan perkembangan teknogi dan mampu menjadi tempat untuk menyelesaikan persoalan krisis identitas pelajar. Karena sejatinya IPNU hadir sebagai ruang untuk belajar dan sebagai bentwng moral.
“Rekan-rekan IPNU yang saya banggakan, kalian harus agresif dalam menyambut perubahan teknologi ini. IPNU harus mampu menjadi solusi bagi krisis identitas yang saat ini dihadapi oleh pelajar kita. IPNU hadir sebagai ruang tebaik untuk berproses,” tutupnya.
Ketua PCNU Kabupaten Banjar, Bpak Nuryadi, dalam sambutannya memberikan beberapa nasehat dan arahan agar IPNU kedepan semakin maju dan berdikari.
“Saya dengar tadi bahwa PAC IPNU di Kabupaten Banjar sudah terbentuk 10 PAC, semoga di periode setelah ini bisa diselesaikan sampai 20 PAC,” harapnya kepada para pengurus.
Ia juga berharap agara program yang dihasilkan nantinya memang program yang mempunyai dampak dan program yang konktret.
“Kemudian, setelah Konfercab ini bikinlah program yang memberikan dampak yang besar. Selain itu bikin program yang konkret, yang memang bisa dieksekusi secara konktret, tidak hanya bagus diatas kertas, tapi harus jelas sesuai dengan kondisi yang ada,” harapnya.
Terakhir, ia berpesan kepada tim formatur nanti agar menaruh orang yang memang berproses dan berkader. Jangan menaruh orang sembarangan yang tidak kenal proses. Itu akan memberikan tampak negatif bagi organisasi.
“Terakhir, untuk tim formatur nanti pilihlah orang yang memang berkader dan berproses. Jangan sampai meandak orang yang tidak berproses, karena biasanya setelah konferensi itu banyak titipan-titipan. Saya berharap jangan sampai meandak orang sembarangan,” tutupnya.
Setelah prosesi pembukaan selesai, konferensi dilanjutkan dengan rapat pleno dan pembagian komisi. Pleno dan komisi di pimpin oleh PW IPNU Kalimantan Selatan.
Setelah melalui semua komisi dan setelah diskusi yang sangat panjang, tibalah pleno pemilihan ketua. Calon ketua yang terdaftar di panitia ada dua orang: rekan Rahmadi dan rekan Ghofur.
Setelah pleno pemilihan ketua selesai. Terpilihlah rekan Rahmadi sebagai penyambung estafet kepemimpinan PC IPNU Kabupaten Banjar periode 2026-2028.
Rahmadi resmi terpilih setelah mengalahkan rekan Ghofur dengan selisih suara 7-1, Rahmadi mendapatkan 7 suara dan Ghofur mendapatkan 1 suara.
Sebenarnya total jumlah suara yang terverifikasi oleh panitia ada 9 suara, namun setelah berjalannya pleno pemilihan ketua tersebut, satu suara rusak. Akhirnya suara yang dinyatakan sah ada 8 suara.
Dengan demikian, roda organisasi resmi tertumpu di bahu Rahmadi, semoga bahu Rahmadi mampu menanggung amanah ini dengan baik.
Mengangkat tema: “Bergerak Bersama, Tumbuh Tanpa Batas” Konfercab PC IPNU Kabupaten Banjar yang ke-10 telah berakhir.
Penulis: Muhammad Fahrie






