Ilustrasi, umrah. Foto-bilaltours.co.uk

Oleh: Ustadz Ali Husein Al Idrus

Umrah adalah perjalanan spiritual yang penuh makna, sebuah kesempatan istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT di Tanah Suci. Setiap langkah dalam perjalanan ini tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, tetapi juga kesiapan hati dan pikiran.

Menjaga adab sebelum dan selama perjalanan menjadi kunci penting agar perjalanan ini berjalan dengan berkah, lancar, dan diterima oleh Allah SWT. Artikel ini merujuk pada kitab Al-Idlah karya Imam Nawawi, akan memandu Anda melalui adab-adab yang perlu dijaga agar umrah Anda menjadi ibadah yang mabrur.

Pentingnya Menjaga Adab dalam Safar Umrah

Adab safar umrah mencakup persiapan yang dilakukan sebelum dan selama perjalanan. Mulai dari bertobat, menyelesaikan kewajiban terhadap orang lain, hingga memperbanyak doa, semuanya bertujuan untuk memastikan bahwa perjalanan ini diterima sebagai ibadah yang sah.

Menjaga adab dalam perjalanan umrah menunjukkan kesungguhan kita dalam memenuhi panggilan Allah SWT. Dengan adab yang baik, perjalanan ini tidak hanya menjadi pengalaman fisik tetapi juga spiritual yang mendalam.

Adab Sebelum Berangkat

1. Bertobat
Mintalah ampun kepada Allah SWT atas segala dosa yang telah dilakukan. Tinggalkan kebiasaan buruk, perbaiki diri, dan niatkan perjalanan ini semata-mata untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

2. Berbakti kepada Orang Tua
Sebelum berangkat, utamakan keridhaan orang tua dengan berbakti dan meminta doa restu mereka.

3. Keridhaan Pasangan : jika Anda seorang istri, mintalah izin dan restu dari suami serta keluarga suami.

4. Suami Mengajak Istri : disunnahkan bagi seorang suami untuk mengajak istrinya melaksanakan umrah bersama sebagai bentuk kasih sayang dan kebersamaan dalam ibadah.

5. Melunasi Hak Orang Lain
Pastikan Anda menyelesaikan hutang, mengembalikan barang titipan, dan meminta maaf kepada orang-orang yang pernah Anda sakiti.

6. Menyiapkan Wasiat
Tulislah wasiat yang jelas untuk keluarga Anda. Wasiat ini adalah langkah bijak agar keluarga yang Anda tinggalkan memiliki panduan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

7. Menggunakan Nafkah yang Halal
Pastikan biaya perjalanan berasal dari sumber yang halal. Harta yang bersih membawa keberkahan dalam setiap langkah Anda.

8. Memperbanyak Bekal
Bawalah bekal yang cukup untuk diri sendiri dan jika memungkinkan, siapkan juga untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

9. Belajar Tata Cara Umrah
Pelajari rukun dan sunnah umrah dengan baik. Pengetahuan ini akan membantu Anda menjalankan ibadah dengan benar dan khusyuk.

10. Shalat Sunnah Safar
Sebelum keluar rumah, lakukan shalat sunnah safar dua rakaat:

•Rakaat pertama: Baca Surat Al-Kafirun setelah Al-Fatihah.

•Rakaat kedua: Baca Surat Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah.

•Setelah salam, baca Ayat Kursi dan Surat Li Ilaafi Quraisy.
Setelah membaca ayat-ayat tersebut, bacalah doa yang diriwayatkan dari Anas bin Malik رضي الله عنه:
‎اللَّهُمَّ ، إِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ ، وَبِكَ اعْتَصَمْتُ ، اللَّهُمَّ ؛ اكْفِنِي مَا هَمَّنِي وَمَا لَا أَهْتَمُّ لَهُ ، اللَّهُمَّ ؛ زَوَّدْنِي التَّقْوَى ، وَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي
Artinya: “Ya Allah, hanya kepada-Mu aku menuju, dan kepada-Mu aku berlindung. Ya Allah, cukupkanlah aku dari segala hal yang menggangguku dan yang tidak kuperhatikan. Ya Allah, bekalilah aku dengan takwa dan ampunilah dosaku.”

11. Doa Keluar Rumah

Ketika melangkahkan kaki keluar rumah, bacalah doa ini:

•Doa:
‎اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tersesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, menzalimi atau dizalimi, dan dari kebodohan atau kebodohan orang terhadapku.”

12. Berpamitan dan Doa Menitipkan
Jangan lupa meminta doa restu dari keluarga, tetangga, dan teman. Saat berpamitan, bacalah doa ini:

•Doa Menitipkan:
‎أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
Artinya: “Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanahmu, dan akhir dari amal perbuatanmu.”
Jika Anda berpamitan kepada orang yang akan safar, ucapkan:

•Doa:
‎زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Artinya: “Semoga Allah membekalimu dengan ketakwaan, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam kebaikan di mana saja kamu berada.”

13. Disunnahkan untuk menghindari perdebatan atau tawar-menawar yang berlebihan dalam membeli barang-barang keperluan umrah. Sikap ini dianjurkan untuk menjaga niat yang tulus dan hati yang ikhlas dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Adab Saat Safar

1.Memulai Perjalanan dengan Zikir
Ketika menaiki kendaraan, bacalah doa ini:

•Doa:
‎سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Artinya: “Maha Suci Allah yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

2.Mandi Sunnah Memasuki Madinah
Jika tujuan selanjutnya memasuki Madinah, lakukan mandi sunnah terlebih dahulu. Setelah mandi, bacalah doa ini:
•Doa:
‎اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِي بِهَا قَرَاراً وَرِزْقاً حَسَناً
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku mendapatkan ketenangan dan rezeki yang baik di tempat ini.”

3.Doa Saat Memasuki Kota Baru
Ketika mendekati kota baru, bacalah doa ini:

•Doa:
‎اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ أَهْلِهَا، وَخَيْرَ مَا فِيهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا، وَشَرِّ مَا فِيهَا
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kebaikan tempat ini, kebaikan penduduknya, dan kebaikan yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan tempat ini, keburukan penduduknya, dan keburukan yang ada di dalamnya.”

4.Hindari Perselisihan dan Berteman dengan Orang Baik

•Hindari perdebatan atau konflik dengan jamaah lain. Sikap sabar sangat penting untuk menjaga harmoni perjalanan.

•Pilihlah teman perjalanan yang baik akhlaknya, cinta kebaikan, dan mengingatkan Anda kepada Allah SWT. Jika memungkinkan, cari teman dari kalangan ulama untuk bimbingan spiritual.

5.Mengurangi Beban Perjalanan

•Hindari membawa barang dagangan, baik saat pergi maupun pulang. Perjalanan dengan banyak beban dapat mengganggu fokus ibadah Anda.

Umrah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menjaga adab sebelum dan selama perjalanan adalah cerminan niat yang tulus dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah. Dengan mempersiapkan diri secara matang, baik fisik, mental, maupun spiritual, Anda dapat menjalani umrah dengan lebih khusyuk dan bermakna.

Semoga panduan ini menjadi bekal yang bermanfaat bagi Anda yang hendak menunaikan umrah, membantu meraih keberkahan dan kemabruran ibadah. Ingatlah, setiap langkah menuju Baitullah adalah ibadah, dan menjaga adab dalam safar adalah kunci keberhasilan dalam perjalanan ini. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah Anda dan mengembalikan Anda ke tanah air dengan selamat, membawa keberkahan dan pengalaman spiritual yang tak terlupakan. Selamat menunaikan umrah, semoga perjalanan Anda penuh rahmat dan ridha Allah SWT.