
Sumber: Net (Foto Istimewa)
Albanjari.com – Rabiah Al-Adawiyah adalah salah seorang sufi wanita ternama dan pertama yang mengabdikan hidupnya hanya untuk Allah, ia beribadah bukan karena khauf (takut) tapi karena mahabbahnya (cintanya) yang begitu besar kepada Allah swt. Ia memiliki wajah yang elok, suara yang merdu, dan keahlian mendendangkan syair yang begitu indah dan menusuk kalbu.
Nama lengkapnya adalah Rabiah binti Ismail bin Hasan bin Zaid bin Ali bin Abi Thalib. Rabiah al-Adawiyah lahir dan besar dalam keluarga yang penuh kekurangan dan penderitaan. Sampai-sampai Ismail (ayahnya) selalu memanjatkan doa agar anak yang ke-4 di keluarga mereka adalah laki-laki. Dengan harapan penderitaan mereka akan sedikit berkurang. Namun Allah SWT berkehendak lain, anak keempat mereka perempuan (lagi).
Baca juga: Antara Dua Tagar: Mencari Jalan Tengah yang Hilang
Kelahiran Rabiah disambut dengan segala kekurangan materi hingga istri Ismail berkata, “Pergilah ke rumah sebelah. Mungkin, mereka memiliki setetes minyak dan kain bekas yang pantas dihadiahkan pada kita. Tolong mintalah agar anak yang baru lahir ini bisa kita selimuti dengan sepotong kain.”
Ismail pun pergi dari satu rumah ke rumah lainnya, namun tak ada satupun yang memberi atau meminjamkan sepotong kain. Ternyata Ismail terlalu malu untuk berucap hingga ia pun pergi ke rumah tetangga hanya untuk bersilaturahmi bukan untuk meminta setetes minyak dan sepotong kain seperti pinta istrinya.
Baca juga: Kurikulum Merdeka Untuk Mendukung Soft Skill Siswa, Benarkah Terlaksana?
Ismail kembali ke rumah dan menghibur istrinya, “Istriku, tetangga kita sudah tidur. Bersyukurlah kepada Allah Swt. karena selama hidup kita belum pernah meminta-minta. Lebih baik, selimutilah anak kita dengan sepotong kain yang masih basah itu. Percayalah dan tawakkallah kepada Allah Swt. Tentu Allah akan memberikan jalan keluar yang terbaik buat kita. Dan hanya Allah yang memelihara serta memberikan kecukupan kepada kita.”
Bayi merah bernama Rabiah itu pun hanya diselimuti dengan sepotong kain yang masih basah. Namun, begitulah orang yang bertakwa kepada Allah.
Rabiah dilahirkan di keluarga yang penuh takwa dan zuhud. Sepenuhnya berserah kepada Allah atas apapun ketentuanNya. Dan kini, bayi merah yang begitu memprihatinkan itu menjadi tokoh rujukan ilmu tasawwuf, syair-syairnya yang menggetarkan hati pun masih abadi walau ratusan abad telah berlalu.
Sumber: Perjalanan dan Cinta Wanita Sufi Rabiah al-Adawiyah, Azee, Naviel Malakian
Isnawati, Mantan Ketua PAC IPPNU Karang Intan, Kabupaten Banjar
Editor: Muhammad Fahrie








